3 Hal yang Bisa Diambil Barcelona Dari Laga El-Classico

Cules (julukan pendukung Barcelona) tentu ingat bagaimana tiki-taka Blaugrana berjalan di era Pep Guardiola. Passing Pressure menjadi kekuatan Barca untuk menggempur pertahanan lawan, perpindahan bola cepat yang diselingi gerakan tanpa bola menjadi ciri khas mereka. Saat bola lepas, pemain yang paling dekat langsung melakukan tekanan untuk menutup ruang yang ditinggalkan. Pada pertandingan malam tadi, pendekatan Barcelona dalam bertahan berbeda 180 derajat. Para pemain lebih banyak turun ke daerahnya sendiri layaknya Catenaccio yang menjadi ciri khas klub-klub Italia. Salah satu hal yang berhasil dimanfaatkan Toni Kross dan Luka Modric untuk merancang serangan bagi los Blancos. Selain Tiki-Taka 'Aneh' milik Luis Enrique, berikut tiga hal lain yang bisa diperdebatkan oleh para Barcelonista.

Lini Pertahanan Kehilangan ‘Pemimpin’
Kehilangan dua sosok senior, Carles Puyol dan Victor Valdes, dalam mengkomando lini pertahanan Barca, menjadi cerita tersendiri di laga el classico malam tadi. Teriakan membahana Valdes mengatur rekan-rekannya dari bawah mistar gawang, serta kengototan Puyol dalam mengejar bola selama ini, sudah tidak akan terlihat setelah keduanya memutuskan ‘pergi’ di akhir musim lalu. Javier Mascherano yang diharapkan mampu menjadi ‘pemimpin’, memerlukan waktu ‘lebih’ untuk menyesuaikan perannya kali ini. Hal ini terlihat dari gol ketiga Madrid, saat dirinya dan Andres Iniesta melakukan kesalahan komunikasi yang akhirnya memberikan ruang bagi James mengirim umpan ke Benzema.

Luis Suarez Butuh Sekedar ‘Adaptasi’
Sosok paling ditunggu Cules dalam beberapa bulan terakhir, akhirnya merasakan debut pertamanya di pentas La Liga kala berhadapan dengan Real Madrid di Santiago Barnabeu. Diawal laga, ekspresi puas terlihat dari senyum penggemar Barcelona saat mantan punggawa Liverpool ini menjadi kreator gol Neymar. Setelahnya, kekhawatiran loyalis Blaugrana terbukti benar, kala penyerang ‘nakal’ ini tenggelam dalam permainan umpan pendek yang dilakukan rekan-rekannya. Kebiasaannya menjadi pusat serangan Liverpool musim lalu, harus ‘dirubah’ setelah bermukim di Spanyol. Barcelona memiliki segudang pemain jempolan untuk memberikan servis sempurna dalam mengoyak gawang lawan. Perbedaan peran yang signifikan membuatnya perlu sekedar waktu untuk menyesuaikan diri dalam skema serangan Barcelona.

Era Xavi-Inesta Berakhir?
Menjadi kunci Barcelona dan Spanyol dalam menciptakan strategi khas tiki-taka selama 7 tahun terakhir, Xavi dan Iniesta terus ‘dimakan’ waktu untuk mengulang memori indahnya. Memasuki masa senja sebagai pesepakbola, keduanya terus dituntut bermain dengan level tertinggi di salah satu kompetisi sepakbola terbaik di muka bumi. Tergerusnya peran Xavi dalam beberapa bulan terakhir semakin terlihat di Piala Dunia lalu, dirinya hanya sekali diturunkan oleh Vicente Del Bosque dari tiga laga yang dilakoni Spanyol. Meski mendapatkan kehormatan meneruskan ban kapten dari Puyol, diawal musim sang entrenador lebih mempercayai Ivan Rakitic yang didatangkan dari Sevilla untuk menemani Iniesta di lini sentral. Demikian halnya dengan Iniesta, peraih Golden Foot 2014 semakin kehilangan sentuhan ‘ajaibnya’. Visi permainannya tidak terlihat dan acapkali kehilangan bola saat mencoba menerobos tembok pemain yang menjadi ciri khasnya selama ini. Blunder yang dilakukannya saat memberikan umpan kepada Isco menjadi cerita pahit sebelum akhirnya dirinya digantikan Sergio Roberto di menit-72 setelah mengalami cedera akibat bertabrakan dengan Luka Modric.

ARRIVEDERCI CHIEF

Daniel Roekito atau biasa dipanggil Chief adalah salah satu pelatih senior yang telah malang melintang menangani sejumlah klub-klub papan atas di Liga Indonesia. Memulai karirnya di Barito Putera mulai tahun 1994, karir kepelatihan beliau semakin meningkat.

PKT Bontang, PSIS Semarang, PSS Sleman, Persik Kediri, Persiba Balikpapan, Persib Bandung, Persisam Putra Samarinda dan Persepam Madura United adalah daftar klub yang pernah menggunakan jasanya. Tentu kita masih ingat dengan Persik Kediri di tahun 2006. Sebagai klub medioker yang tidak terlalu diperhitungkan, Chief berhasil mengubahnya menjadi raksasa papan atas liga indonesia musim itu dan mampu menyabet penghargaan tertinggi sebagai kampiun divisi utama 2006. Cristian Gonzales, Danilo Fernando dan Ronald Fagundez merupakan trio pemain asing yang ditakuti pada masanya. Bahkan Gonzaes mampu meraih sepatu emas berkat 29 gol yang dia kemas musim itu.

Selain di Persik Kediri, Arema Malang juga sempat mengalami masa-masa indah saat ditukangi beliau. Beliau berhasil mengantarkan tim Arema Malang yang saat itu bermaterikan pemain pas-pasan, menjadi tim yang berprestasi. Tak salah bila warga Malang mengakui kehebatan pelatih kelahiran Rembang ini.

Persepam Madura United adalah klub terakhir yang dia tukangi. Per tanggal 14 Maret 2014, beliau resmi mengundurkan diri dengan alasan kesehatan. Beliau sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pamekasan, sebelum menghadapi Persela Lamongan di Stadion Surajaya (10/03).

Berkenalan dengan beliau adalah salah satu pengalaman luar biasa yang saya dapatkan dari perkerjaan ini. Sebagai kontributor Madura untuk situs sepakbola nomor satu di Indonesia, Goal Indonesia, mengharuskan saya untuk sering berkomunikasi dengan manajemen, pemain bahkan Chief Roekito secara langsung.

Sebagai jurnalis muda, saya terlihat sangat gugup ketika melakukan wawancara pertama dengan beliau untuk pembuatan profil Persepam Madura United. Namun beliau dapat memakluminya dan menjawab beberapa pertanyaan yang sudah saya siapkan sebelumnya dengan sangat cair. Beliau bahkan menceritakan pengalamannya ketika menukangi Persik Kediri, Arema Malang dan Persisam Putra Samarinda.

Bukan hanya rasa senang yang saya dapatkan saat meliput pernyataan-pernyataan dari Chief Roekito. Perasaaan takut bertemu beliau juga sempat mendera saya, ketika salah satu tulisan yang telah diterbitkan menjadi bahan pertimbangan PSSI dalam menjatuhkan sanksi kepada beliau sebesar 100 juta rupiah. Kecemasan ini sempat saya utarakan kepada beberapa pimpinan redaksi di Goal Indonesia. Bahkan mas Agung (maaf bang namanya tak publish :D) pernah menasehati saya bahwa beginilah kehidupan wartawan. Dari hal ini, saya banyak belajar mengenai perjalanan baru di kehidupan saya.

Keputusan mundurnya Chief Roekito setelah pertandingan menghadapi Persebaya Surabaya juga sampai ke telinga insan pers baik yang ada di Madura maupun di luar Madura. Banyak hal yang ingin ditanyakan mereka mengenai keputusan ini baik kepada pemain, manajemen bahkan Chief Roekito langsung. Namun rekan-rekan media masih kesulitan mendapatkan pernyataan dari narasumber terkait.

Saya juga mulai mencari pernyataan-pernyataan kepada beberapa orang melalui SMS yang saya kirimkan ke beberapa orang, yaitu: Achsanul Qosasi selaku Manajer Persepam, pihak manajemen, sang kapten Zaenal Arief dan Chief Roekito sendiri.

Bukannya membalas SMS tersebut, Chief Roekito malah menelpon saya saat itu juga. Kami berbicara mengenai hal-hal yang membuat chief Roekito mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala. Tak lupa, beliau juga berpesan kepada mantan anak didiknya dan para suporter setia Persepam. Di akhir pembicaraan, saya menyempatkan diri mendoakan beliau secara langsung.

Terima kasih Chief Roekito,
Terima kasih telah ikut membantu kemajuan sepakbola di Madura.
Get Well Soon Chief.

Setelah wawancara di depan Pendopo Pamekasan

Belajar Sifat Kebapakan Indra Sjafri



Bangkalan, Madura – Sosok Indra Sjafri mungkin sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia saat ini. Berkat tangan dinginnya, TimNas U-19 yang awalnya hanya dipandang sebelah mata, menjadi tim yang sangat diperhitungkan. Piala AFF U-19 serta lolos ke putaran final Piala Asia U-19 setelah mengalahkan juara bertahan Korea Selatan dengan skor 3-2 (12/10), menjadi bukti pemikiran, konsistensi dan kerja kerasnya dalam menangani sekumpulan anak muda berbakat ini.

Prestasi yang datang silih berganti dari TimNas U-19 ini tidak datang begitu saja. Bersama beberapa rekannya seperti Eko Purjianto sebagai asisten pelatih dan Jarot Supriadi sebagai pelatih kiper, beliau mulai mencari mutiara sepakbola Indonesia di seluruh pelosok tanah air sejak tahun 2012.
Beliau berani melepaskan diri dari pemikiran sebagian pengurus yang menyatakan bahwa bakat-bakat muda itu hanya berada di kota besar. Menurut pandangannya, bakat-bakat muda itu harusnya lebih banyak di daerah.

“Di desa masih banyak tanah lapang, berbeda dengan di kota.”

Sebelum mencapai prestasi yang membanggakan Indonesia di mata dunia, banyak hal yang menjadi batu kerikil Indra Sjafri dkk. Pengurus yang acuh, tidak adanya kejelasan gaji, hingga pemain-pemain “titipan” sempat menghiasi perjalanan pelatih berdarah Minang ini.

Meski begitu, sosok kepemimpinan dalam diri Indra Sjafri makin terlihat jelas. Sebagai nahkoda dalam sebuah perahu besar bernama TimNas U-19, beliau berhasil mengajak dan memotivasi seluruh anggota timnya untuk bangkit dan berjuang bersama.

Setelah berdoa dan meneriakkan kata-kata “semangat” tiga kali, beliau memposisikan dirinya di ujung pintu kamar ganti dan membukanya. Anak-anak muda yang menjadi idola masyarakat ini bergantian mencium tangan Indra Sjafri disusul tepukan tangan dari seluruh asisten pelatihnya. Beliau menjadi orang terakhir yang keluar sembari menutup pintu kamar ganti.

Dari hal sederhana tersebut, kita bisa mengambil sifat kepemimpinan dari Indra Sjafri. Sebagai pemimpin, beliau yang “membukakan pintu” timnya dalam menggapai cita-cita. Tapi, menjadi orang “terakhir” keluar dari kamar ganti pemain untuk memastikan seluruh timnya tidak ada yang ketinggalan dalam “perahu besarnya” ini.

Apa yang dilakukan beliau 'mungkin' bagi kita sederhana. Namun, dari sana kita bisa melihat kapasitas kepemimpinan dan ke-bapak-an beliau dalam menahkodai tim Garuda Jaya. Tidak salah bila beliau menjadi panutan bagi pemainnya dan asisten pelatihnya. Dengan tangan dinginnya, Garuda Jaya bersiap menuju pentas besar Piala Dunia U-20 di New Zealand 2015. Semoga ekspektasi masyarakat Indonesia dan harapan serta impian pasukan muda Indonesia untuk masuk Piala Dunia bisa diwujudkan Indra Sjafri dan timnya.

Daniel Roekito Mencium Unsur Politis Di Pembagian Grup ISL

Daniel Roekito mengritik pembagian grup Indonesia Super League tahun ini | Photo by: Abi Yazid

Caption: Pelatih senior ini menilai sistem dua wilayah menjadi langkah mundur ISL, dan menuding PT LI ingin membunuh Persepam.

Pelatih Persepam Madura United Daniel Roekito mencium adanya unsur politis yang dilakukan PT Liga Indonesia (LI) dalam mengatur pembagian grup Indonesia Super League (ISL) 2014.

Berdasarkan keputusan PT Liga Indonesia, ISL membagi 22 tim dalam dua wilayah. Persepam masuk di grup timur bersama juara bertahan Persipura Jayapura, tim promosi Persebaya Surabaya dan Perseru Serui, serta klub-klub Kalimantan seperti Barito Putera.

Menurut pelatih yang mengaku mengidolakan Arrigo Sacchi dan Arsene Wenger ini, jadwal yang telah dirilis PT LI sangat membunuh Persepam Madura United.

“Tim ini baru muncul, tapi ada trik-trik yang kurang bagus. Ini ada unsur politisnya. Namun bukan maksud saya mencampurinya, ini kenyataannya,” cetus Daniel kepada Goal Indonesia.

Ditambahkan, sistem kompetisi yang dibagi menjadi dua sebagai kemunduran. Pasalnya, format kompetisi seperti ini pernah terjadi sebelumnya.

“Jumlah pertandingan tidak sesuai dengan maksud dari kompetisi itu sendiri dalam pembentukan tim nasional,” tambah pelatih senior ini.
“Grup ini ramai, namun jangkauan dari siaran langsung sangat minim. Akibatnya faktor non-teknis banyak berbicara disini. Biasnaya wasit. Harus betul-betul wasit profesional.” (gk-62)

Zaenal Arif: Wilayah Timur Sulit Diterka

Zaenal Arif menilai persaingan di wilayah timur sulit diterka | Photo by: Guntur Nugroho

Caption: Selain tidak familiar dengan kekuatan tim di wilayah timur, Persepam juga harus menghadapi jarak tempuh yang panjang.

Kapten Persepam Madura United Zaenal Arif mengungkapkan, persaingan di wilayah timur Indonesia Super League (ISL) tahun ini sulit diterka, karena kekuatan sepuluh kontestan lainnya tak diketahui.

Berdasarkan pembagian wilayah yang dirilis PT Liga Indonesia, Persepam bakal bersaing diantaranya menghadapi juara bertahan Persipura Jayapura, tim promosi Persebaya Surabaya, serta klub-klub Kalimantan seperti Mitra Kukar.

“Persaingan di grup ini sangat sulit diterka, karena banyak tim-tim baru yang kita tidak tahu kekuatannya,” ungkap Abo, sapaan Arif kepada Goal Indonesia.

“Selain itu, kami juga dihadapkan dengan jarak stadion yang berjauhan. Kami harus menyiapkan fisik yang sangat prima.”


Kakak kandung striker tim nasional Indonesia U-23 Yandi Sofyan Munawar ini menilai, mengakhiri musim di papan tengah menjadi target realistis bagi tim Laskar Sapeh Kerap.

“Saya tidak mau berbicara banyak target apa yang dicanangkan Persepam. Setiap kali pertandingan itu yang selalu saya targetkan. Saya pikir, posisi di papan tengah saja sudah realistis untuk P-MU musim ini,” tambahnya.

Persepam meraih hasil minor di dua turnamen pramusim, East Java Cup dan Inter Island Cup (IIC) 2014. Hasil mengecewakan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Persepam untuk membenahi kekurangan mereka menjelang kompetisi ini dimulai.

“Kondisi fisik tim kita belum siap untuk terjun di kompetisi tersebut,” kilah Arif. (gk-62)

Review: Aku (Kau) Memilih Setia

Bicara tentang keberhasilan Fatin Shidqia Lubis, seakan tidak pernah ada habisnya. Remaja putri ini berhasil meraih penghargaan tertinggi di ajang X-Factor Indonesia. Lagu kemenangan berjudul Aku Memilih Setia digandrungi oleh banyak orang di Indonesia. Terbukti, single ini menjadi TOP 1 di beberapa radio terkemuka di Indonesia. Double Platinum Award juga menjadi bukti sahih akan keberhasilan Fatin menyanyikan lagu ini.

Fatinistic alias nama panggilan pendukung Fatin, memiliki beberapa cara unik dalam melakukan cover lagu ini. Dari sekian cover yang berada di situs youtube, cover milik Oscar Mahendra menyimpan keunikan tersendiri. Dimainkan bersama oleh Since MF dan Febri Noviardi memberikan sentuhan tersendiri di lirik tersebut. Alih-alih menggunakan lirik asli, mereka merubah lirik tersebut dari yang bertemakan wanita yang memilih setia menjadi lelaki yang mengikhlaskan pasangannya dengan orang lain yang telah dikenalnya.


Lirik Aku (Kau) Memilih Setia
Verse1:
Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta
Mungkin aku adalah salah satunya
Namun aku datang di saat yang tidak tepat
Cintamu tlah dimiliki

Reff:
Inilah akhirnya harus kau akhiri
Sebelum cintaku semakin dalam
Kumaafkan dirimu memilih setia
Walaupun kau tahu cintaku lebih besar darinya

Verse2:
Kumaafkan dirimu tak bisa bersamaku
Walau kau sadar tulusnya rasa cintaku
Takkan mungkin untuk membagi cinta tulusmu
Dan kaupun memilih setia

Bridge:
Seribu kali logika kau untuk menolak
Tapi kau tak bias bohongi hati kecilmu
Bila saja dirimu masih sendiri
Pasti kau kan memilih...kan memilih aku

Reff (English):
This is it finally I gotta let you go
Even though my love gets deeper and deeper
I know that you're sorry
Be loyal to his love
Even though that you know my love is bigger than his love for you



Link video tersebut http://www.youtube.com/watch?v=yWKPIPiET4Y

Modul 1 - 2 Praktikum Struktur Data


PRAKTIKUM STRUKTUR DATA
GENAP 2012 - 2013
TEKNIK INFORMATIKA
FT - UTM



Download File

TP JARKOM Modul I


PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
GENAP 2012 - 2013
TEKNIK INFORMATIKA
FT - UTM



Download File

Kontrak Praktikum ORKOM B



PRAKTIKUM ORGANISASI & ARSITEKTUR KOMPUTER
GENAP 2012 - 2013
TEKNIK INFORMATIKA
FT - UTM




Download File



Jadwal Praktikum Teknik Informatika UTM | Genap 2012-2013


PRAKTIKUM TEKNIK INFORMATIKA
GENAP 2012 - 2013
FT - UTM





*Bagi seluruh akademisi Universitas Trunojoyo Madura yang ingin menggunakan Laboratorium Teknik Informatika untuk kegiatan selain praktikum. Diharapkan menghubungi Pak. Lutfi selaku Laboran Lab. CC.

Perbedaan antara EDI dan ERP

Dalam pengertiannya, EDI (Electronic Data Interchange) atau pertukaran data elektronik merupakan  proses transfer data yang terstruktur, dalam format standar yang disetujui, dari satu sistem komputer ke sistem komputer lainnya, dalam bentuk elektronik. Sedangkan ERP (Enterprise Resource Planning) atau perencanaan sumber daya perusahaan merupakan sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.

Berdasarkan kelebihannya, EDI menawarkan penghematan waktu, penghematan biaya, minimalisasi kesalahan, respon yang cepat, peluang bisnis yang lebih luas. Sedangkan ERP lebih memberikan Integrasi antara area fungsional yang berbeda, Rancangan perekayasaan, Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai fulfillment, Mengatur saling ketergantungan dari proses penagihan material yang kompleks, Pelacakan 3 cara yang bersesuaian antara pemesanan, pembelian, penerimaan inventori dan pembiayaan serta akutansi untuk keseluruhan tugas seperti melacak pemasukan, biaya dan keuntungan pada level inti.

Berdasarkan kekurangannya, EDI masih terkendala masalah teknis seperti transfer data lewat komputer, fasilitas telepon dan biaya untuk pengadaan perangkat komputer. Selain itu, terbatasnya pihak Bank yang memakai program EDI serta belum ada aturan hukum di Indoensia yang mengatur mengenai pemakaian sistem EDI menjadi beberapa kelemahan sistem EDI di Indonesia. Sedangkan ERP, terkendala dengan terbatasnya kustomisasi dari perangkat lunak ERP, sistem ERP sangat mahal, perekayasaan kembali proses bisnis untuk menyesuaikan dengan standar industri yang telah dideskripsikan oleh sistem ERP dapat menyebabkan hilangnya keuntungan kompetitif, ERP sering terlihat terlalu sulit untuk beradaptasi dengan alur kerja proses bisnis tertentu dalam beberapa organisasi, sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan dengan kebutuhan dari pelanggan. Selain itu, banyak data dalam sistem ERP berada dalam satu tempat contohnya pelanggan, dan data keuangan. Hal ini dapat meningkatkan pembagian database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise, menghilangkan informasi yang real-time, dan memungkinkan perpaduan proses transaksi serta kegiatan perencanaan.

Perusahaan yang menggunakan EDI
  1. PT EDI Indonesia
  2. Bea cukai (digunakan di beberapa pelabuhan di indonesia)
Perusahaan yang menggunakan ERP
  1. PLN
  2. JAMSOSTEK



Sumber:
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Pertukaran_data_elektronik
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Perencanaan_sumber_daya_perusahaan
  3. http://neezasty.wordpress.com/2011/09/17/enterprise-resource-planning-erp/#more-518

Libur Praktikum UTS




PRAKTIKUM TEKNIK INFORMATIKA
GANJIL 2012 - 2013
FT - UTM




SELAMA UTS
KEGIATAN PRAKTIKUM T. INFORMATIKA
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
DILIBURKAN






ttd.

Laboran

Sistem Informasi : Terpusat, Terdistribusi & Client/Server

MODEL - MODEL SISTEM INFORMASI

Pola umum dari otoritas seluruh organisasi, menentukan sejauh mana organisasi yang terpusat atau terdesentralisasi. Sebuah organisasi terpusat secara sistematis bekerja untuk berkonsentrasi dalam otoritas tingkat atas. Dalam sebuah organisasi desentralisasi, manajemen mencoba untuk menyebarkan wewenang kepada tingkat organisasi yang lebih rendah. Organisasi terpusat telah lama disukai karena menawarkan standarisasi dan efisiensi, sedangkan desentralisasi organisasi disebut-sebut lebih fleksibel dan efektif. 
Sistem Informasi adalah bagian dari organisasi. Dari perspektif bisnis, Sistem Informasi bisa didefinisikan sebagai suatu solusi TI yang berorientasi untuk mengorganisasi dan memanajemen sebuah tantangan tersebut.  Interaksi antara unit organisasi TI dan unit lainnya merupakan penentu utama keberhasilan organisasi. Sistem informasi dapat terpusat atau terdistribusi. Ada penekanan kuat pada masalah terpusat dan terdistribusi di TI pada penelitian struktur. 

SISTEM INFORMASI TERPUSAT
Sentralisasi mengacu pada alokasi semua sumber daya TI untuk satu unit bisnis tertentu yang menyediakan layanan TI untuk seluruh organisasi. Karakteristik utama dari pendekatan terpusat termasuk kontrol, efisiensi, dan ekonomi. Pendekatan terpusat, efektif dalam memperoleh atau mendapatkan kembali kontrol atas sistem informasi organisasi.
Keuntungan utama dari sistem terpusat adalah mereka memberikan kontrol terpusat yang didirikan dari teknologi dan vendor. Sistem Informasi profesional, menyediakan operasi yang sangat handal dalam memelihara sistem tersebut. Seharusnya tidak ada kebingungan dalam responsibilitas. Software dan hardware bisa menggunakan interface dengan mudah. Usaha, sumber daya dan keahlian dari Sistem Informasi terpusat dapat mengurangi biaya dan waktu.

SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI
Desentralisasi memberikan otonomi pada unit bisnis individu atas mereka sendiri serta sumber daya TI tanpa pertimbangan besar dari unit lain kecuali sangat penting untuk kebijakan organisasi secara keseluruhan. Ciri-ciri utama dari pendekatan desentralisasi meliputi fleksibilitas, pemberdayaan unit bisnis individu, dan orientasi pelayanan. Pendekatan desentralisasi cenderung sebagai efisiensi dari sistem terpusat untuk memenuhi kebutuhan individu. Dalam sistem informasi desentralisasi, biaya pembuatan relatif rendah. Skala dan penyusunan sistem untuk kebutuhan individu juga dimungkinkan. Fleksibilitas dan responsifitas organisasi merupakan keuntungan utama yang dibawa oleh adanya otonomi tersebut. Juga, ada ruang lingkup yang lebih besar untuk memotivasi dan melibatkan pengguna. Karena faktanya, individu-individu lokal yang mengontrol sistem informasi mereka sendiri. Secara logika, mereka harus bertindak dengan cara yang jauh lebih bertanggung jawab karena mereka yang mengendalikan nasib mereka sendiri. Mungkin keuntungan yang paling penting adalah bahwa reliabilitas meningkat karena beberapa sistem komputer beberapa juga terlibat. Jika satu sistem komputer gagal, sistem atau setidaknya bagian dari itu masih akan dapat berfungsi.

SISTEM INFORMASI CLIENT / SERVER 
Server ini menyediakan layanan kepada klien dan permintaan klien untuk layanan.
Dalam hubungannya dengan client server dan jaringan komputer akan memiliki sebuah server yang artinya sebagai otak dari kelompok client tersebut, biasanya disebut workstation. Para staf melayani di meja dan disetiap arsitektur client-server kemungkinan akan menjadikan komputer berkapasitas besar dan komputer mainframe juga memiliki data dalam jumlah besar dan fungsi yang tersimpan.

Server, umumnya mengontrol file data dan aplikasi yang terakses pada komputer client dan seluruh jaringan komputer dengan workstation. Sebagai seorang karyawan yang perlu mengakses file dalam seluruh perusahaan, mereka harus menggunakan komputernya untuk melakukan permintaan pada server tentang file perituculer. Karyawan lain mungkin akan menggunakan hak umum fungsi akses mereka untuk menggunakan server pada seluruh komputer client mereka.
Lokasi client dan server, biasanya transparan terhadap pengguna.

Keuntungan :
  1. Sentralisasi - Sumber dan keamanan data dikontrol melalui server.
  2. Skalabilitas - Salah satu atau semua elemen dapat diganti secara individual sesuai dengan meningkatnya kebutuhan.
  3. Fleksibilitas - Dapat dengan mudah diintegrasikan ke dalam sistem
  4. Interoperabilitas - Semua komponen bekerja sama.
  5. Aksesibilitas - Server dapat diakses dari jarak jauh dari beberapa platform.
Kerugian:
  1. Biaya
  2. Pemeliharaan jaringan yang besar
  3. Ketergantungan - Ketika server turun, operasi akan berhenti di jaringan
Pustaka :

Praktikum PAP - A2


PRAKTIKUM PENGANTAR ALGORITMA PEMROGRAMAN
GANJIL 2012 - 2013
TEKNIK INFORMATIKA
FT - UTM




Download File:
Format Lapres per Modul PAP - A

Praktikum Modul 1
Kirimkan Laporan Modul 1 dengan subject: prak_alpro_a2_modul1_nrp

Praktikum Modul 2
Tugas Tambahan
Kirimkan Laporan Modul 2 dengan subject: prak_alpro_a2_modul2_nrp

Praktikum Modul 3
Kirimkan Laporan Modul 3 dengan subject: prak_alpro_a2_modul3_nrp


Praktikum Modul 4
Kirimkan Laporan Modul 4 dengan subject: prak_alpro_a2_modul4_nrp

Praktikum Modul 5
Kirimkan Laporan Modul 5 dengan subject: prak_alpro_a2_modul5_nrp

Praktikum Modul 6
Kirimkan Laporan Modul 6 dengan subject: prak_alpro_a2_modul6_nrp

*INFO TERBARU

Untuk modul 7 tidak ada praktikum. modul langsung bisa di download disini kemudian kerjakan tugas praktikum yang ada di modul 7 (sebagai postest) dan didemokan ke dosen sesuai jadwal dibawah ini.
Jadwal Postest Alpro
Kelas A hari rabu tanggal 2 Januari jam 9.30 di Lab CC (Dosen Pak Kautsar)

Praktikum PTI - C2


PRAKTIKUM PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI
GANJIL 2012 - 2013
TEKNIK INFORMATIKA
FT - UTM




Download File:
Kontrak Praktikum PTI - C
Cover Praktikum PTI - C
Format Lapres per Modul PTI - C

Praktikum Modul 1
Modul 1 Praktikum PTI - C
Kirimkan Laporan Modul 1 dengan subject: prak_pti_c2_modul1_nrp

Praktikum Modul 2
Modul 2 Praktikum PTI - C
Tugas Tambahan
Kirimkan Laporan Modul 2 dengan subject: prak_pti_c2_modul2_nrp

Praktikum Modul 3
Kirimkan Laporan Modul 3 dengan subject: prak_pti_c2_modul3_nrp

Chrome Menarik Pengguna dengan Cerita Ramayana


Saya pernah menyaksikan Sendratari Ramayana yang dipentaskan di Candi Prambanan. Dan sampai saat ini, saya merasa itu adalah pertunjukan terhebat yang pernah saya saksikan. Kini, setelah menyaksikan cerita tersebut dibawa oleh Google dalam sebuah eksperimen Chrome, saya merasa Google berhasil dalam menceritakan kisah epik ini.
Kemarin, Google meluncurkan Ramaya.na. Sebuah animasi berbasis teknologi browser yang menyuguhkan cerita Ramayana. Cerita tradisional yang sangat terkenal di kawasan Asia Selatan dan Tenggara tersebut, ditampilkan dengan menggunakan teknologi-teknologi yang dimiliki produk-produk Google, terutama Google Chrome.
Dalam Ramaya.na ini, Anda akan menyaksikan bagaimana Raden Janaka menggunakan Google Chat untuk mengumumkan sayembara, Jatayu membuat posting blog di Blogger, Anoman menyanyi di YouTube, dan Rahwana yang menggunakan Google Maps untuk mencari lokasi Rama dan Shinta. Selain itu, Anda juga akan menemui beberapa adegan interaktif yang membuat Anda harus ikut serta memainkan peran dalam cerita tersebut. Beberapa adegan interaktif tersebut dibangun dengan menggunakan teknologi HTML5 dan WebGL.

Meskipun dibuat dengan bahasa Indonesia, animasi ini tidak dibuat oleh tim dari Indonesia. Dalamcredit animasi ini disebutkan bahwa konsep cerita dan adaptasinya dikerjakan oleh Ogilvy One Singapore, sedangkan proses produksinya dikerjakan oleh Fantasy Interactive. Lebih lanjut, animasi ini dibuat oleh ilustrator asal Swedia, Therese Larsson, dan musiknya digarap oleh Plan 8, juga asal Swedia.
Lalu, kenapa Google bersusah-susah membuat animasi seperti ini? Karena berbahasa Indonesia, animasi ini hanya akan dapat dinikmati oleh pengguna internet di Indonesia dan sekitarnya. Selain itu, konsep cerita yang dibawa tentunya hanya dapat dipahami dengan baik oleh mereka yang sebelumnya telah mengetahui cerita asli Ramayana. Google tentunya mempunyai maksud lebih dari sekedar memamerkan teknologi HTML5, Javascript,  SVG, dan WebGL.

Sedikit petunjuk mungkin bisa didapatkan dari fakta bahwa animasi ini hanya bisa dibuka dengan Chrome versi terbaru. Di tengah ramainya perang browser beberapa minggu terakhir ini, bisa jadi ini merupakan salah satu cara Chrome untuk mengungguli Internet Explorer (IE) secara global sekaligus mengejar keunggulan Firefox di Indonesia. Di Indonesia, baik menurut GetClicky maupun StatCounter, jumlah pengguna Chrome masih berada di bawah Firefox. Namun, jumlah pengguna Chrome memang terus naik sedangkan pengguna Firefox dan IE terus berkurang.
Jumlah pengguna internet di Indonesia yang banyak, dengan jumlah pengguna internet baru yang terus bertambah, bisa jadi diperebutkan oleh para pengembang browser sebagai target pengguna mereka. Dengan Ramaya.na yang memang bagus, menjadi promosi menarik untuk membuat para pengguna internet yang bukan pengguna Chrome di Indonesia untuk menjadi penasaran dan kemudian mengunduh Chrome versi terbaru untuk melihat seberapa menarik Google menghadirkan cerita Ramayana ini.


SOROT 8 : Fabio Capello Jadi Saksi Lahirnya Bintang Baru Bernama Lionel Messi


Graham Hunter kali ini bercerita tentang bagaimana Messi-mania bermulai dari Turnamen Gamper menghadapi Juventus. Artikel ini merupakan bagian kedelapan dari buku terbaru Hunter, Barca: The Making of the Greatest Team in the World.

Turnamen Gamper merupakan turnamen eksebisi tahunan yang digelar setiap Agustus untuk memperingati pendiri Barcelona, Joan Gamper, sekaligus memperkenalkan materi skuat, utamanya pemain baru, kepada para fans. Pada 2005, Juventus yang masih dilatih Fabio Capello menjadi tamu dan mereka berhasil menang adu penalti setelah bermain imbang 2-2.

Musim panas sebelumnya, presiden merangkap pemilik Internazionale, Massimo Moratti, bilang kepada media Italia, "Saya bersedia menghabiskan banyak uang untuk memboyong Messi. Dia satu-satunya pemain yang memberikan inspirasi kepada saya sejak lama."

Musim sebelumnya Messi memulai debut dengan tampil sembilan kali dan menjadi pencetak gol termuda Barcelona sepanjang sejarah, sebelum dilewati Bojan Krkic. Sudah menjuarai Piala Dunia di level yunior, dipuji Moratti dan Inter, Messi sudah menjadi aset berharga Barcelona ketika Juve bertandang.

Untuk kali pertama saya merasakan sensasi Messi-mania.

Berapa jumlah Bola Emas? | Messi sudah memenangi Ballon d'Or tiga kali dan baru 24 tahun
Setiap fans sepakbola mengalami optimisme berlimpah setiap kali musim baru menjelang. Terkadang keyakinan berjaya ketimbang situasi yang sebenarnya. Namun, keyakinan milik Barcelona berhasil memupus dominasi Real Madrid yang sudah bertahan lama berkat pemain muda jenius ini. Pada saat ketika Frank Rijkaard, Ronaldinho, dan Samuel Eto'o mengembalikan kejayaan ke Camp Nou. Hampir 100 ribu pendukung Catalan bersorak ketika nama Pangeran Leo diumumkan. Mereka tak sabar menyaksikan penampilannya menghadapi Fabio Cannavaro, Patrick Vieira, Giorgio Chiellini, Mauro Camoranesi, Alessandro Del Piero, dan Zlatan Ibrahimovic.

Dibandingkan dengan pertandingan di bawah kepelatihan Pep Guardiola, statistik laga itu menakjubkan. Juventus menguasai 62 persen bola pada babak pertama, di Camp Nou, dan memimpin selama satu jam pertandingan. Namun, Messi terus berjuang membongkar pertahanan Juve, melewati sejumlah tekel, menarik lawan sebelum melepaskan umpan; dia tampil paling bersemangat dibanding pemain lain di lapangan, terlihat ketika meliuk-liuk melewati Cannavaro dan Gianluca Pessotto yang terkapar di lapangan.

Penonton menggila. "Messi-Messsssi-Meeeesssi" terdengar dari tribun. Kelihatannya sudah ada garis tegas yang membedakan Messi dari pemain jebolan tim cadangan dengan Messi dengan posisi baru sebagai seorang bintang.
Penonton menggila. "Messi-Messsssi-Meeeesssi" terdengar dari tribun. Kelihatannya sudah ada garis tegas yang membedakan Messi dari pemain jebolan tim cadangan dengan Messi dengan posisi baru sebagai seorang bintang.

Messi memberikan umpan atas terciptanya gol indah Andres Iniesta dengan umpan berjarak 25 meter yang membelah pertahanan lawan. Itu memberi tanda atas penampilannya yang menjanjikan. Rijkaard menarik keluar sang pahlawan pada menit ke-90 sehingga penonton menyambutnya dengan tepukan meriah. Tepukan sambil berdiri yang panjang untuk seorang pemain 18 tahun.

Sehabis laga, Juventus secara formal bertanya kepada Barcelona terkait banderol pemain itu, tapi langsung ditampik. Presiden Joan Laporta tahu hal ini merupakan pertanda baik.

Di belakang layar, Fabio Capello tak meragukan potensi Messi. "Sepanjang hidup saya belum pernah menyaksikan pemain dengan kualitas dan kepribadian seperti itu dengan usia yang muda, terutama dengan mengenakan seragam salah satu klub besar dunia," ujarnya.

"Dia bisa melakukan apa yang dia mau dengan bola. Kemenangannya di level yunior merupakan hasil yang mengesankan serta luar biasa. Dia melakukannya dengan menghadapi pemain kawakan, bukan anak-anak seusianya."

Messi telah datang.

SOROT 7 : Tanpa Dirinya, Takkan Ada Lionel Messi, Xavi, Andres Iniesta, Atau Pep Guardiola


Inilah bagian ketujuh dari ekstrak buku terbaru Graham Hunter, Barca: The Making of the Greatest Team in the World, yang menceritakan tentang bagaimana sukses Barcelona saat ini dibangun oleh seseorang bernama Johan Cruyff.

Tanpa dia, tidak akan ada Pep Guardiola, tidak ada Lionel Messi, tidak ada Xavi maupun Andres Iniesta. Mereka akan dinilai terlalu lambat, terlalu kecil – seperti para pemain sepakbola meja. 

Si jenius dari Amsterdam menciptakan kondisi yang memungkinkan para pemain yang luar biasa ini diakui dan menjadi pusat dari nilai-nilai FC Barcelona. Tanpa Cruyff, cerita ini tidak akan pernah ada. 

Bahkan era terbaru dan terbesar Barcelona memiliki DNA yang berjalan sesuai dengan caranya, yaitu cara berlatih dan bermain, bagaimana merekrut pemain dan staf, serta kenapa hiburan hanya berada sedikit di belakang kemenangan dalam daftar prioritas mereka.

Dua kali membuat kejutan di Camp No. Pertama, pada 1974, ketika Barcelona membuatnya menjadi pemain berharga US$1 juta pertama. Kedua, pada 1988, ketika dia kembali sebagai pelatih dengan keberhasilan yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti sering memenangkan liga pada detik-detik terakhir penutupan musim dan biasanya membuat malu Real Madrid, sang Goliath yang menjadi rival pasukan David milik Cruyff. Empat trofi kejuaraan UEFA, termasuk yang paling penting ketika menekuk Sampdoria, yang mempunyai pemain bintang sekaliber Luca Vialli dan Roberto Mancini, untuk memenangkan Piala Eropa (sekarang bernama Liga Champions) pada 1992, sekaligus yang pertama untuk Barcelona.

Dari pemain menjadi pelatih menjadi penasihat | Cruyff, legenda Barca dengan tiga peran
Tidak ada Cruyff, tidak ada tim impian. Tidak ada Cruyff, tidak akan ada pembinaan cantera (pemain muda) yang berlatih dan memainkan sepakbola menghibur. Tidak ada Cruyff, tidak ada Juan Laporta (presiden klub paling sukses). Tidak ada Cruyff, tidak ada Frank Rijkaard dan pertolongan pada klub yang mulai "mati lemas" akibat kebodohan sendiri. Tidak ada Cruyff, tidak ada Guardiola. Pemain yang beralih menjadi pelatih ini bahkan takkan mendapat kesempatan bermain di tim utama kalau bukan pertaruhan serta visi pelatih Belanda dan tangan kanannya, Charly Rexach.

FC Barcelona dipenuhi murid-murid Cruyff di setiap tataran pembinaan, pengembangan, dan administrasi. Guardiola, Andoni Zubizarreta, Guillermo Amor, Eusebio Sacristan, Juan Carlos Unzue, Oscar Garcia, Tito Vilanova, dan Rexach adalah beberapa contohnya. Selain itu, Sergi Barjuan pergi meninggalkan klub pada Juli 2011.

Jangan salah, dunia masih menyaksikan hasil benih yang ditanamnya pada 1988 silam. Ketika Cruyff kembali sebagai pelatih, pada dasarnya dia tidak setuju dengan cara Barcelona mengelola pembinaan pemain muda. Dia bersikeras bahwa tidak masuk akal kalau semua tim kategori umur dilatih sesuai sistem yang diterapkan pelatih masing-masing. Itu bukan metode FC Barcelona. Ketika itu, ada 13 level kelompok usia dengan setiap pelatih sehingga artinya mereka bisa bermain dengan 13 gaya yang berbeda-beda dan anak-anak harus kembali mengulanginya setiap tahun.

Cruyff mengatakan kepada petinggi klub: a) setiap tingkat pemain muda harus dilatih berdasarkan konsep yang sama dan dalam formasi yang sama yaitu 3-4-3; b) anak-anak berbakat harus didorong dari zona nyaman mereka dan bermain di kelompok umur satu atau bahkan dua tingkat di atas mereka; dan c) para "mutiara akademi", atau "perlas de la cantera", perlu dipromosikan ke tim utama.



Tidak ada Cruyff, tidak ada Dream Team. Tidak ada Cruyff, tidak ada cantera. Tidak ada Cruyff, tidak ada Joan Laporta. Tidak adaCruyff, tidak ada Frank Rijkaard. Tidak ada Cruyff, tidak ada Pep Guardiola


Mereka menerapkan sistem posisi bermain dengan satu, atau paling banyak dua, sentuhan peredaran bola, konsep sweeper-keeper, mempersempit ruang, semua prinsip yang berkembang di bawah kepelatihan Guardiola dan Rijkaard. Strategi ini, ditambah semua pemain yang bermain menyerang, kreatif, sepakbola cepat yang menekan dan umpan-uman akurat, adalah warisannya yang abadi.

Cruyff membentuk kembali struktur dan isi pembinaan pemain muda FC Barcelona dan beberapa alumni, yang meraih trofi Liga Champions di bawah Rijkaard dan Guardiola, sudah berada di dalam sistem cantera yang dirintis ulang oleh Cruyff ketika secara kontroversial dia dipecat di ruang ganti saat siap berlatih pada Sabtu, 18 Mei 1996.


Tanpa Cruyff, tidak akan ada Pep Guardiola, tidak ada Lionel Messi, tidak ada Xavi maupun Andres Iniesta. Mereka akan dinilai terlalu lambat, terlalu kecil – seperti para pemain sepakbola meja


Pada hari itu, Xavi Hernandez yang berumur 16 tahun adalah bagian dari sistem pembinaan pemain muda barca dan sudah lima tahun berlatih di La Masia. Andres Iniesta sedang dipantau. Victor Valdes sudah empat tahun di dalam sistem pembinaan Camp Nou dan seorang pemain 17 tahun bernama Carles Puyol baru saja dipantau dan menandatangani kontrak untuk bermain sebagai sayap.

Sistem Cruyff tidak hanya membuat pemain berlatih dengan baik ketika terpilih, tetapi juga mampu mengubah kriteria dalam pemantauan bakat Barcelona. Hasilnya, sekarang klub lebih konsisten dalam memilih pemain muda terbaik, atau tepatnya yang paling sesuai dengan filosofi mereka, yang suatu hari akan menjadi tulang punggung dari sebuah tim terhebat di dunia.


SOROT 6 : Awal Mula Karier Pep Guardiola Sebelum Ambil Alih Kursi Pelatih Kepala Di Camp Nou


Bagian keenam dari buku Graham Hunter, "Barca: The Making Of The Greatest Team In The World" menceritakan tentang munculnya pelatih muda bernama Pep Guardiola yang sudah unjuk gigi ketika ditugaskan menangani tim Barcelona B.

Ketika pemilihan presiden Barcelona berlangsung pada 2003, salah satu pesaing Joan Laporta, Luis Bassat, mempunyai intuisi terhadap Pep Guardiola.

Bassat sudah dapat mengindentifikasi Pep sebagai entrenador klub Catalan tersebut ketika dia masih bermain dengan AS Roma. Sang kandidat presiden FC Barcelona menginginkannya menjadi pelatih, padahal usianya baru menginjak angka ke-32.

Bassat mengenang, "Ketika hendak mencalonkan diri sebagai presiden pada 2003, saya pergi ke Roma untuk menjalin kesepakatan dengan Pep. Selain mencintai Barca, Pep pandai dan akan bekerja keras untuk klub. Kami berbicara selama enam jam dan ia meyakinkan saya bahwa dia belum panas menjadi seorang pelatih. Ditambah lagi dia tidak memiliki lisensi pelatih pada saat itu.

"Jadi, saya berubah pikiran dan memutuskan untuk menjadikannya sebagai direktur sepak bola masa depan saya. Dia akan menjadi brilian, sama halnya dengan menjadi pelatih brilian seperti sekarang ini.

"Namun pada saat pemilihan Bassat hanya menempati posisi kedua. Sementara, Guardiola memutuskan pensiun serta mempersiapkan masa depan. Akhirnya, dia mengantungi sertifikat kepelatihan dan segera ditunjuk menjadi pelatih Barcelona B.

Simbol Catalan | Pep Guardiola dikagumi di Barcelona
Memasuki Juni 2007, Laporta, Johan Cruyff, direktur sepak bola Txiki Begiristain , dan anggota direksi Evarist Murtra memutuskan mengangkat Guardiola untuk menggantikan posisi Frank Rijkaard yang mengalami periode buruk pada masa itu.
Meskipun belum berpengalaman, Pep memiliki aura pemimpin yang segar, ambisius, dan lapar akan kemenangan. Saat diperkenalkan sebagai pelatih Barca B, dia mengatakan, "Saya sudah tidak lagi menjadi pemain. Sebagai pelatih saya bukan siapa-siapa dan memulai karier dari nol. Hanya kemenangan yang akan membangun kredibilitas saya sebagai seorang pelatih, itu satu-satunya cara saya untuk tumbuh sebagai pelatih."
"Prioritas di sini adalah untuk terus memproduksi pemain kelas satu. Saya memiliki target untuk mempromosikan Barca B ke level kompetisi yang lebih baik, jika tidak melampaui target tersebut saya tidak akan melanjutkan karier kepelatihan saya di sini."
"Saya tidak punya tawaran lain dan untuk itu saya harus berterima kasih kepada Barca, karena jika mereka tidak datang mencari saya, saya akan duduk santai di rumah. Hal pertama yang saya ingin lakukan adalah mengirimkan kebanggaan dan kehormatan supaya saya merasa dilibatkan dengan klub ini lagi. Saya tidak melihat ini sebagai pekerjaan di divisi tiga, tetapi bekerja untuk Barca B. Para pemain seharusnya tidak berpikir mereka bermain di divisi tiga, tetapi harus termotivasi menembus tim utama Barca."

Saat diperkenalkan sebagai pelatih Barcelona B, Guardiola mengatakan: Hanya kemenangan yang akan membangun kredibilitas saya sebagai seorang pelatih, itu satu-satunya cara saya untuk tumbuh sebagai pelatih

Laporta tak ketinggalan memuji, "Kita bisa merasakan, Pep mungkin bersedia melatih Barca B tanpa menerima gaji."
Ada momen menarik terjadi pada pertandingan kandang pertama Barca B di Mini Estadi, yang berjarak 100 meter dari Camp Nou dengan kapasitas 15.000 kursi. Pemain terlihat antusias mencoba menjalankan instruksi Guardiola di pinggir lapangan dengan suara yang terdengar agak lantang, "Aku tidak ingin kalian semua berusaha menggiring bola seperti Leo Messi - oper, oper, dan oper lagi. Mengoper dengan tepat, bergerak dengan baik, oper lagi, oper, oper, dan oper."
"Saya ingin setiap gerakan harus cerdas, setiap umpan juga akurat. Itulah yang membuat perbedaan dengan tim yang lain, selain itu saya tidak ingin lihat."
Kebanyakan permainan Barcelona sekarang sebenarnya dapat kita nikmati dengan tiket yang lebih murah saat Pep masih melatih Barca B. Full-back menjadi bek sayap, pemain berlari memotong ke dalam sehingga tim memiliki lima penyerang ketika bek sayap melakukan over-lapping. Sergio Busquets mengemban peran sebagai pemain poros dan kerap membantu lini belakang ketika formasi awal 4-3-3 berubah menjadi 3-4-3. Penyerang tengah dan dua pemain dalam (gelandang kanan dan kiri) akan menekan jika lawan mencoba membangun serangan dari lini belakang.

Oper, oper, dan oper lagi. Mengoper dengan tepat, bergerak dengan baik, oper lagi, oper, oper, dan oper

Barca B tak terkalahkan dalam 21 pertandingan di kandang dan menjuarai divisi tiga. Metode lain yang digunakan Pep adalah video motivasi, yang belakangan terkenal dilakukannya menjelang final Liga Champions 2009 di Roma. Lima belas menit sebelum pertandingan play-off melawan Barbastro dimulai, Guardiola menunjukkan video seorang ayah 60 tahun dan putranya yang menderita cerebral palsy atau kelumpuhan otak. Mereka bersama-sama mengikuti sebuah kontes Ironman. Dalam film tersebut, sang ayah harus menggendong anaknya. Beberapa pemain mengakui mereka bermain dengan penuh semangat sambil meneteskan air mata setelah menyaksikan video itu. Sepuluh ribu fans di Estadi Mini kemudian menyaksikan gol Victor Vazquez berhasil mengembalikan Barcelona promosi ke divisi Segunda B.
Pada saat itu lah, Guardiola mulai digadang-gadang untuk menggantikan Rijkaard pada musim berikutnya. Keberhasilan itu merupakan sinyal yang sangat jelas untuk melaju kencang di awal karier kepelatihannya.